Mangkuak Santan, Maknyuss… dan Sehat

WARTAMINANG, PADANG- Selamat menjalani masa liburan semester ganjil dan akhir tahun 2018. Liburan biasa diisi dengan cuci mata menikmati suasana keindahan alam, shopping ke mall hingga berburu kuliner super enak. Be the way, untuk kuliner, jika sudah bosan dengan menu modern, cobalah manjakan lidah Anda dengan panganan tradisional. Mangkuak santan bisa jadi pilihan Anda. Selain sederhana, menu ini juga sehat dan tak mengenal penyedap atau pun pengawet.

Mangkuak santan dikenal juga dengan mangkuak badeta. Panganan ini terdiri dari dua bagian, yakni mangkuak berwarna coklat muda dan di atasnya dibubuhi santan kelapa berwarna putih. Bahan baku utamanya cuma tiga; tepung beras, gula merah tebu, dan santan kelapa. Memasaknya dengan sistem kukus. Cetakannya, sangat sederhana, yakni tempurung kelapa. Karena itulah, mangkuak santan ini steril dari zat kimia yang ditakuti manusia.

Makan mangkuak santan saat masih hangat, terasa lebih nikmat. Wah… apalagi jika memakannya masih di dalam cetakan tempurung, lebih maknyus lagi. Aroma tempurung yang khas menambah kenikmatan setiap sendok mangkuak santan yang singgah di lidah.

Waktu yang dibutuhkan memasak mangkuak tidak lama, hanya sekitar 20 menit. Pertama memasak mangkuak. Adonan tepung beras dicampur gula merah tebu dimasukkan ke dalam tempurung yang tersusun dalam wadah pengukus. Waktu yang diperlukan memasak mangkuak sekitar 15 menit. Setelah itu, siramkan di atas mangkuak tadi adonan santan kelapa. Tutup lagi wadah pengukus. Sekitar lima menit kemudian, panganan tradisional ini pun matang dan siap untuk dinikmati.

Bagi Anda yang tinggal kawasan eks Bandara Tabing, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mencari mangkuak santan yang hangat tidaklah sulit. Datanglah ke kedai One Tirain dekat Pasar Pagi, Parupuk Tabing. Kedai One Tirain (73 tahun) hanya berjarak sekitar 250 meter dari Asrama Haji. One setiap pagi mulai pukul 06.00 – 09.00 memasak mangkuak santan.

Pelanggannya harus sabar antrean menunggu mangkuak ala One Tirain matang. Sembari menunggu mangkuak masak, Anda juga bisa menikmati soto ayam One Tirain yang juga tak kalah maknyus rasanya. Apalagi jika soto One tersebut ditambahkan dengan karupuak jangek (kerupuk kulit sapi). Wah… mintuo lalu pun indak nampak..

Mangkuak santan One Tirain dijual hanya Rp 1.000,- per buah. Murah… sekali kan. “Saribu cieknyo… ado nan manyuruah naikkan haragonyo jadi duo ribu. Tapi biayalah, cukuik saribu sajo,” kata One, sembari
tersenyum, Senin (24/12/2018) kepada wartaminang.com.

Wadah kukus milik One Tirain tidaklah besar. Hanya berdiameter sekitar 60 cm. Sekali memasak hanya 18 buah. Setiap pagi, One memasak 5 kali. Produksi setiap hari hanya 90 buah saja. Jika Anda lagi beruntung, maka Anda kejatahan membeli. Tapi kalau lagi banyak yang antrean atau lebih dulu memesan, maka anda terpaksa bersabar. Datanglah kembali esok harinya. Ada baiknya, bikin janji terlebih dulu dengan One Tirain .

Dengan begitu, besok hari Anda bisa merasakan maknyusnya mangkuak one Tirain. One yang aslinya berasal dari Bungo Pasang, Tabing, menerima keterampilan memasak mangkuak santan dari orang tuanya sejak dari kecil. Hanya saja, One mulai menggeluti mangkuak santan ini kembali sejak enam tahun lalu. Tapi dia tidak memproduksi banyak. Hanya sekitar 90 buah setiap pagi. Produksi tersebut dijual sendiri di kedai kecilnya. Soto ayam padang, adalah menu lain yang disediakan oleh One. Barangkali memang tangan dan lidah One Tirain yang ‘sakti’. Masakannya enak di lidah.

Di Pesisir Selatan, panganan mangkuak santan juga kembali trend 5 tahun belakangan. Banyak kedai-kedai di pinggir jalan yang menyuguhi penganan ini. Sasarannya pengendara jalur lintas barat Sumatera. Hanya saja, nama di Pessel bukan mangkuak santan, tapi mangkuak badeta. Usaha ini pun menjadi ladang bisnis kuliner yang menjanjikan di Pessel. Bahkan ada kedai/dapur mangkuak badeta yang omzetnya di atas Rp5 jutaan dalam sehari. **